Mengenal Apa itu Seni Ukir dan Jenis-jenisnya di Zaman Now

Mengenal Apa itu Seni Ukir dan Jenis-jenisnya di Zaman Now

Belipatung.com – Mengenal Apa itu Seni Ukir dan Jenis-jenisnya di Zaman Now. Kata ”ukir” sendiri dalam bahasa inggris adalah ”carving” yang bermakna/berarti ukiran. Kata dalam bahasa Indonesia mengukir/pahatan kayu dalam istilah bahasa Inggrisnya adalah “woodcarving”.

Bila melakukan pekerjaan “carve”/memahat bagian bahan yang tidak diperlukan akan dibuang, begitu juga dengan memahat/mengukir dengan batu atau marmer, demi memperoleh bentuk yang dikehendaki dengan mengurangi atau membuang bagian yang tidak diperlukan untuk membentuk ornamen sesuai dengan gagasan sang seniman sehingga menimbulkan bentuk artistik dalam ukiran tersebut.

Baca Juga : Keindahan Kota Jakarta Dengan Misteri di Dalamnya

Menurut Sudarmono dan Sukijo (1979 : 1) Ukir atau mengukir adalah mengoreskan atau memahat huruf-huruf dan gambar pada kayu, logam atau batu sehingga menghasilkan bentuk timbul dan cekung atau datar sesuai dengan gambar rencana.

Karya seni ukir merupakan karya seni yang kasat mata yang dapat langsung dilihat, dinikmati oleh semua orang, baik dari segi wujud desainnya maupun teknik yang digunakan.

Bila di lihat dari segi desainnya akan menunjukkan suatu bentuk/gambar hiasan yang berulang maupun bersambung dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya, sedangkan bila di lihat dari segi teknik pembuatan hasilnya merupakan bentuk-bentuuk yang cekung, cembung dan juga saling berkesinambungan.

Seni ukir dapat dilakukan atau dibuat dengan berbagai macam bahan, diantaranya seperti kayu, tulang, batu, logam, bahkan buah dan lain sebagainya. Untuk pemilihan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan seni ukir tergantung dari tujuan dibuatnya seni ukir tersebut.

Dari berbagai bahan untuk pembuatan karya seni ukir, bahan dasar kayu merupakan bahan yang paling banyak digunakan dan cukup mudah dalam pengerjaannya, tentunya dengan diimbangi penguasaan materi dari alat.

Untuk Jenis=jenis Seni ukir, menurut Bastomi (1982 : 3-4)  ada enam macam jenis seni ukir yang dihasilkan oleh para seniman atau perajin , yaitu :

  1. Jenis Ukiran Cembung

Ukiran cembung ialah suatu bentuk ukiran cembung. Jenis ukiran ini banyak digunakan pada pembuatan relief.

  1. Jenis Ukiran Cekung

Ukiran cekung adalah suatu bentuk ukiran yang mempunyai bentuk cekung.

  1. Jenis Ukiran Susun

Ukiran susun ialah suatu bentuk ukiran yang bersusun-susun, misalnya ukiran daun yang besar di bawah ukiran daun yang sedang dan kecil sehingga terjadi bentuk yang indah.

  1. Jenis Ukiran Garis (cawen)

Ukiran garis bentuk ukiran yang dipahat pada garis – garis gambarnya saja. Jenis ini banyak digunakan pada logam sebagai ukiran guratan (ukiran perak).

  1. Jenis Ukiran Takokan

Ukiran takokan adalah suatu bentuk ukiran yang tidak memakai bingkai, jadi ukiran ini memperlihatkan tepi – tepi batas ukiran. Ukiran ini erat hubungannya dengan ukiran jenis krawangan.

  1. Jenis Ukiran Tembus (krawangan)

Ukiran tembus adalah suatu bentuk ukiran yang tidak memakai dasar, jadi ukiran ini dasarnya tembus (berlubang), sehingga banyak dipakai untuk penyekat ruang (sketsel), kursi, ukir tempel dan sebagainya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Bastomi (1982 : 3-4) Jenis ukiran berdasarkan tinggi rendahnya suatu ukiran yang dihasilkan oleh para seniman atau perajin seni ada enam macam, yaitu :

  1. Ukir Rendah (Bas Relief), disebut Ukir Rendah karena gambar yang timbul kurang dari separuh belah bentuk utuhnya.
  2. Ukir sedang (Mezzo Relief), disebut Ukir Sedang karena gambar yang timbul tepat separuh bentuk utuhnya.
  3. Ukir Tinggi (Haut Relief), disebut Ukir Tinggi karena gambar yang timbul lebih dari separuh bentuk utuhnya.
  4. Ukir Cekung atau Ukir Tenggelam (Encreux Relief), disebut Ukir Cekung karena gambarnya tenggelam lebih rendah dari bidang dasarnya.
  5. Ukir Tembus atau Ukir Krawangan (Ayour Relief), disebut demikian karena dasarannya menembus bidang dasar, sehingga dasaran nya berupa lubang-lubang atau tembus.
  6. Ukir Tumpang, disebut demikian karena gambarnya tumpang tindih diatas bidang dasar. Ukir tumpang serupa dengan relief patung karena gambarnya utuh seperti patung. Contoh : relief patung terkenal adalah kamadhatu di kaki candi Borobudur.

Kayu sebagai bahan suatu ukiran memegang peranan yang penting dalam pengerjaan suatu karya seni ukiran. Mendapatkan jenis kayu tertentu dalam suatu karya ukiran yang dihasilkan oleh seorang seniman terlebih lagi seniman ternama akan menunjang hasil karya seni ukir yang maksimal

Sekarang kamu sudah mengetahui Apa itu Seni Ukir dan Jenis-jenisnya dizaman Now, anak milenium sekarang jadi agar lebih berkesenian, Go Seni Indonesia di mata dunia.

error: Content is protected !!