Mengenal Apa itu Motif dan Fungsi-fungsi Dalam Seni Ukir

Mengenal  Apa itu Motif dan Fungsi-fungsi Dalam Seni Ukir

Belipatung.com – Mengenal  Apa itu Motif dan Fungsi-fungsi Dalam Seni Ukir. Apabila kamu mendengar istilah kerajinan seni ukir, maka biasanya kamu akan mengartikan atau menafsirkan terbatas pada barang-barang mebel seperti kursi dan meja berukir saja. Namun dalam dunia seni rupa, ukiran/seni ukir merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Kerajinan ukir sampai sekarang telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, mulai dari motif  kuno jaman  hindu dan budha sampai jaman now.

Dalam ukiran, istilah Motif dalam seni ukir adalah corak suatu benda, dan dalam kerajinan tekstil motif adalah pengulangan suatu gambaran atau corak pada kain. Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, motif dapat diartikan pola atau corak.

Baca Juga : Jasa Pembuatan Patung Terbaik di Jepara

Jadi motif seni ukir adalah corak atau bentuk dasar dari suatu pola dalam kerajinan ukir kayu untuk menambah keindahan, estetika, makna, baik untuk hiasan maupun terapan.

Fungsi Seni Ukir

Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi antara lain:

  1. Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat oleh seniman semata-mata hanya sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu. Ukiran sebagai hiasan dinding
  2. Fungsi magis, yaitu ukiran yang dibuat mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan suatu kepercayaan dan spiritual. Patung suku asmat Ukiran yang berfungsi magis
  3. Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional unik yang selain sebagai hiasan juga dapat berfungsi menyimbolkan hal-hal tertentu, yang berhubungan dengan spiritual. Misalnya seperti bentuk kode-kode visual pada tradisi di Minangkabau yang disebut dengan “kupang-kupang si awang labiah” pada bagian singok bangunan tradisi minang. kupang-kupang si awang labiah Ukiran yang berfungsi Simbolik

Contoh lain adalah seperti beberapa ornamen yang terdapat pada sejumlah rumah adat di Indonesia. Misalnya: Simbol Ornamen Tradisional Rumah adat Jawa tengah.

Dalam sebuah bangunan di Jawa biasanya dapat dijumpai banyak kayu yang berukir. Ornamen ukir ini sarat mengandung makna simbolis. Ornamen ini bermacam ragamnya,seperti ayam jago, ular naga, gunungan, tlacapan, banyu-tetes, banaspati dan sebagainya.

Beberapa bentuk dan makna ornamen yang umum dipakai.

  1. a) Gunungan (Kayon/kekayon), Gunungan adalah simbol dari seluruh semesta jagad raya. Yang puncaknya adalah simbol/lambang keagungan dan keesaan. Bentuk simbol ini memang menyerupai gunung (seperti yang sering dipakai dalam wayang kulit). Dalam prakteknya, orang-orang Jawa memasang motif gunungan di rumah mereka sebagai pengharapan akan adanya ketenteraman dan lindungan Tuhan dalam rumah mereka. Bisa juga di artikan sebagai gerbang atau pintu surga, karena biasanya gambar bagian dalam gunungan ada gerbang besar yang bisa juga diartikan awal dan akhir, di sebut the gate/door of heaven untuk sebuah akhir cerita.
  2. b) Lung-lungan, Sesuai dengan arti harafiah kata “lung” sendiri yang berarti batang tumbuhan yang masih muda, simbol ini berupa tangkai, buah, bunga dan daun yang disetilir. Jenis tumbuhan yang sering digunakan adalah tumbuhan teratai, kluwih, melati, beringin, buah keben dansebagainya. Simbol ini melambangkan kesuburan sebagai sumber penghidupan di muka bumi.
  3. c) Wajikan, Berasal dari kata ”wajik”, yaitu sejenis makanan dari beras ketan yang dicampur gula kelapa. Sesuai dengan namanya, wajikan berupa bentukan belah ketupat yang di tengahnya terdapat stilasi bunga.
  4. d) Patran

Patran berbentuk seperti daun yang disusun berderet-deret. Biasanya patran ditempatkan di bagian bangunan yang sempit dan panjang.

  1. e) Banyu-tetes

Ornamen ini biasa diletakkan bersamaan dengan patran. Sesuai dengan namanya, oranamen ini menggambarkan tetesan air hujan dari pinggiran atap (tritisan) yang berkilau-kilau memantulkan sinar matahari.

  1. f) Banaspati/Kala/Kemamang

Ragam hias yang berbentuk wajah seram bhutakala  atau hantu/raksasa. Banaspati ini melambangkan raksasa yang akan menelan dan memakan segala sesuatu yang jahat yang hendak masuk ke dalam rumah. Karenanya ragam hias ini biasa ditempatkan di bagian depan bangunan, seperti pagar, gerbang, atau pintu masuk.

  1. Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagai hiasan juga bisa berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan. konstruksi-tumpang-sari-joglo Ukiran berfungsi sebagai konstruksi
  2. Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda. Yang dapat dijual berupa produk-produk yang dibuat banyak, untuk pangsa pasar lokal dan manca negara. Ukiran meja dari akar kayu jati, Ukiran wajah manusia dari akar bambu
error: Content is protected !!